Training Advertising

ISO 18001

Training Advertising

Training Advertising untuk meningkatkan keterampilan membuat dan mengelola iklan yang efektif.
strategi dan teknik advertising modern untuk menarik lebih banyak pelanggan dan memperkuat brand awareness

Latar Belakang

Training Advertising. Periklanan (advertising) masih dianggap sebagai salah satu cara yang efektif untuk memengaruhi konsumen dalam menggunakan produk atau jasa tertentu. Iklan memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan informasi kepada konsumen sekaligus mendorong mereka untuk melakukan tindakan tertentu. Bagi konsumen, iklan bisa berfungsi sebagai sumber informasi atau bahkan hiburan. Sementara itu, dari sudut pandang sosial, iklan dilihat sebagai bentuk kontribusi layanan kepada masyarakat. Secara umum, iklan membantu menjelaskan manfaat suatu produk, sementara bagi perusahaan, iklan berperan sebagai alat pemasaran yang sangat penting.

Sebagai bagian dari strategi promosi, periklanan memiliki beberapa tujuan utama, seperti memperkenalkan produk baru, membujuk konsumen, menciptakan citra positif, serta memberikan informasi yang relevan. Dengan periklanan yang tepat dan terarah, perusahaan dapat mencapai hasil yang diharapkan, termasuk memengaruhi peningkatan volume penjualan. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu merancang kegiatan periklanan dengan baik untuk mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan bisnisnya. Mengingat persaingan pasar yang semakin ketat, perencanaan periklanan yang matang sangat diperlukan agar target penjualan dapat tercapai sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Tujuan Training Advertising

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengetahui peranan periklanan dalam meningkatkan volume penjualan dan mengetahui seberapa besar hubungan periklanan dengan volume penjualan.

Materi Training Advertising

  • Menentukan tujuan iklan (advertising)

Tujuan iklan umumnya adalah hasil / tujuan yang ingin dicapai dari target audience yang spesifik pada kurun waktu tertentu.  Ada 3 tujuan umum dari iklan antara lain :

Misalnya : menginformasikan customer mengenai produk baru

Persuasi / membujuk. Misal : mengarahkan customer untuk berpindah merek ke merek produk perusahaan tersebut

Mengingatkan (remind). Misal : mengingatkan customer dimana ia bisa mendapatkan produk tersebut atau mengingatkan dengan kegunaan produk

  • Menentukan anggaran iklan.

Ada 5 factor spesifik dalam mempertimbangkan dan menetapkan anggaran periklananan :

Tahap dalam siklus hidup produk : Produk baru umumnya mendapat anggaran iklan yang besar guna membangun kesadaran dan membuat pelanggan mencoba produk tersebut. Merek yang sudah mapan biasanya didukung oleh anggaran periklanan yang lebih rendah sebagai rasio penjualannya.

Pangsa pasar dan basis konsumen :Merek dengan pangsa pasar yang tinggi biasanya membutuhkan lebih sedikit biaya iklan sebagai persentase terhadap penjualan guna mempertahankan pangsanya. Untuk memperbesar pangsa dengan meningkatkan ukuran pasar memerlukan pengeluaran iklan yang lebih besar.

Frekuensi periklanan :Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk penyampaian pesan kepada konsumen juga sangat menentukan anggaran iklan.

Persaingan dan gangguan.Dalam pasar dengan banyak pesaing dan pengeluaran iklan yang tinggi, suatu merek harus diiklankan secara besar-besaran agar terdengar ditengah kegaduhan pasar.

  1. Metode biaya yang efektif untuk komunikasi dengan audiens yang besar.
  2. Iklan dapat digunakan untuk membangun brand images dan daya penarik symbolis bagi perusahaan / brand.
  3. Kemampuan iklan untuk mendengarkan perasaan konsumen ketika elemen-elemen lain dari marketing mix sulit menjangkaunya.

Metode penentuan anggaran iklan sendiri terbagi menjadi :

  1. Persentase dari penjualan, pendapatan atau profit (Percentage). Umumnya dasar perhitungan anggaran iklan yang sering digunakan adalah berdasarkan penjualan atau pendapatan. Perhitungan anggaran iklan dengan share profit umumnya lebih sulit karena banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya profit walaupun iklannya sudah cukup efektif. Misal : biaya operasional yang membengkak, SDM, dan lain – lain.
  2. Unit Penjualan (Unit of Sales) Dengan metode ini, umumnya perusahaan mengalokasikan sejumlah nilai tetap dari setiap unit produk atau jasa yang dijual. Misal : dari setiap Rp. 50 per unit persen yang dijual, perusahaan menyisihkan Rp. 5 untuk biaya iklan. Metode ini umumnya cocok digunakan untuk produk khusus (speciality product) seperti mesin cuci atau mobil. Namun untuk produk dengan varian yang luas, metode ini relatif sulit digunakan karena perusahaan harus membagi alokasi anggaran dari berbagai jenis varian produk.
  3. Tugas dan Tujuan (Objective & Task) Metode ini adalah yang paling sulit namun dilain pihak, dianggap sebagai metode yang paling akurat karena dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan pada kurun waktu tertentu.  Berlawanan dengan metode Persentase yang menentukan anggaran terlebih dulu tanpa memperhitungkan bagaimana penggunaan anggaran tersebut, metode Tugas dan Tujuan memerlukan rincian aktifitas dan tujuan apa yang ingin dicapai melalui kampanye iklan tersebut. Misalnya : Menaikkan penjualan 25% dari area pemasaran di Jawa. Dengan demikian, kegiatan iklan dan pemilihan medianya dapat disesuaikan dengan tujuan tersebut.

Menentukan pesan kunci dari iklan (key messages). Pesan iklan yang sukses umumnya memiliki karakteristik :

  1. Relevan dan berarti (meaningful)
  2. Menarik perhatian (disctinctive)
  3. Dapat dipercaya
  4. Menentukan media yang akan digunakan. Faktor kunci dalam menentukan media yang tepat mencakup :
  5. Reach / jangkauan : proporsi atau segmen target mana yang akan dibidik
  6. Frekwensi : berapa target eksposure atau berapa kali paparan iklan ini akan diberikan ke publik / target audience
  7. Impact atau pengaruh : media mana yang dianggap memberikan respon tertinggi apabila iklan ditayangkan
  8. Timing / pemilihan waktu penayangan iklan
  9. Evaluasi hasil dan efektivitas iklan. Umumnya evaluasi terhadap kampanye iklan mencakup 2 hal yaitu :
    • Efek komunikasi : apakah iklan telah tepat sasaran atau pesan yang ingin disampaikan sudah sesuai dengan pemahaman audience ?
    • Efek penjualan : berapa pertumbuhan penjualan yang berhasil diciptakan oleh kampanye iklan tersebut.

Instruktur/Trainer

Durasi Training advertising

2 hari (efektif 14 jam) Mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB.

Jadwal Training

Juli

  • Jakarta, 8 – 9 Juli 2026
  • Bogor, 14 – 15 Juli 2026
  • Yogyakarta, 22 – 23 Juli 2026
  • Bandung, 30 – 31 Juli 2026

Agustus

  • Jakarta, 5 – 6 Agustus 2026
  • Bogor, 12 – 13 Agustus 2026
  • Bandung, 27 – 28 Agustus 2026

September

  • Jakarta, 8 -9 September 2026
  • Bogor, 16 – 17 September 2026
  • Bandung, 24 – 25 September 2026

BELUM ADA JADWAL & WAKTU PELAKSANAAN YANG SESUAI….??? KLIK DISINI UNTUK MEREQUESTNYA..!!

Note: Kami juga menyediakan Inhouse Training dimana pelatihan akan diselenggarakan secara eksklusif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien. Kami sangat terbuka untuk mendiskusikan segala hal terkait penyelenggaraan pelatihan, mulai dari materi, instruktur hingga biaya pelatihan.

Fasilitas Training advertising

  • Hard / Soft Copy Materi Training
  • Sertifikat Training
  • Jacket
  • 2x coffee break
  • Makan Siang

Biaya Pendaftaran peserta :

  • IDR 4.250.000 (tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi)
  • Minimal 2-3 peserta, untuk pelatihan di jakarta dan bogor.
  • Minimal 3-4 peserta, untuk pelatihan di bandung dan yogyakarta.

Informasi Lebih Lanjut

Online Marketing:
Ahmad: 0812-9709-1643
Email: info.msi.consulting@gmail.com
Website:
www.msi-consulting.co.id

Instagram : msiconsulting.co.id
Facebook: msiconsulting.co.id

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *