Pedoman CSR (Corporate social responsibility) ISO 26000

[:en]Pengertian CSR (Corporate social responsibility) adalah tanggung jawab perusahaan secara moral terhadap lingkungan dan komunitas  masyarakat disekitarnya.

Latar Belakang Sejarah CSR (Corporate social responsibility)

Banyak hal yang menjadi dasar terbentuknya CSR diantaranya adalah kerusakan lingkungan, perubahan tatanan budaya yang disebabkan oleh perilaku perusahaan yang kurang etis.

Wacana CSR terus berkembang mulai tahun 1980 hingga 1990. Munculnya KTT Bumi di Rio pada 1992 menegaskan konsep sustainibility development (pembangunan berkelanjutan) sebagai hal yang mesti diperhatikan, tak hanya oleh negara, tapi terlebih oleh kalangan korporasi yang kekuatan kapitalnya makin menggurita.

Lahirnya Konsep CSR

Sebagaimana hasil Konferensi Tingkat Tinggi Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro Brazilia 1992, menyepakati perubahan paradigma pembangunan, dari pertumbuhan ekonomi (economic growth) menjadi pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).

Pertemuan Yohannesburg tahun 2002 yang dihadiri para pemimpin dunia memunculkan konsep social responsibility, yang mengiringi dua konsep sebelumnya yaitu economic dan environment sustainability.

Pertemuan UN Global Compact di Jenewa, Swiss, Kamis, 7 Juli 2007 yang dibuka Sekjen PBB mendapat perhatian media dari berbagai penjuru dunia. Pertemuan itu bertujuan meminta perusahaan untuk menunjukkan tanggung jawab dan perilaku bisnis yang sehat yang dikenal dengan corporate social responsibility.

Diterbitkannya ISO 26000 sebagai Pedoman Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Guidance CSR ISO 26000), dengan 7 isu pokok:

  1. Tata kelola organisasi
  2. Hak-hak azasi manusia
  3. Praktek ketenaga kerjaan
  4. Lingkungan
  5. Praktek operasi yang asij
  6. Isu-isu konsumen
  7. Pelibatan dan pengembagan masaratan.

[:id]Pengertian CSR (Corporate social responsibility): adalah tanggung jawab perusahaan secara moral terhadap lingkungan dan komunitas  masyarakat disekitarnya.

Latar Belakang Sejarah CSR (Corporate social responsibility)

Banyak hal yang menjadi dasar terbentuknya CSR diantaranya adalah kerusakan lingkungan, perubahan tatanan budaya yang disebabkan oleh perilaku perusahaan yang kurang etis.

Wacana CSR terus berkembang mulai tahun 1980 hingga 1990. Munculnya KTT Bumi di Rio pada 1992 menegaskan konsep sustainibility development (pembangunan berkelanjutan) sebagai hal yang mesti diperhatikan, tak hanya oleh negara, tapi terlebih oleh kalangan korporasi yang kekuatan kapitalnya makin menggurita.

Lahirnya Konsep CSR

Sebagaimana hasil Konferensi Tingkat Tinggi Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro Brazilia 1992, menyepakati perubahan paradigma pembangunan, dari pertumbuhan ekonomi (economic growth) menjadi pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).

Pertemuan Yohannesburg tahun 2002 yang dihadiri para pemimpin dunia memunculkan konsep social responsibility, yang mengiringi dua konsep sebelumnya yaitu economic dan environment sustainability.

Pertemuan UN Global Compact di Jenewa, Swiss, Kamis, 7 Juli 2007 yang dibuka Sekjen PBB mendapat perhatian media dari berbagai penjuru dunia. Pertemuan itu bertujuan meminta perusahaan untuk menunjukkan tanggung jawab dan perilaku bisnis yang sehat yang dikenal dengan corporate social responsibility.

Diterbitkannya ISO 26000 sebagai Pedoman Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Guidance CSR ISO 26000), dengan 7 isu pokok:

  1. Tata kelola organisasi.
  2. Hak-hak asasi manusia.
  3. Praktek ketenagakerjaan.
  4. Lingkungan.
  5. Praktek operasi yang asij
  6. Isu-isu konsumen
  7. Pelibatan dan pengembagan masaratan.

 

Marketing Online :

Hp : 0813-8578-9631 (Whats App)[:]

Bookmark the permalink.

Comments are closed